• Tips Of The Day

    Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. love Pictures, Images and Photos Black & White Field Pictures, Images and Photos

Memulangkan mayat di tana toraja

Posted by sisi lain saya.. On 10.27 0 komentar


Serem juga, Langsung nyimak aja dah gan:

Konon disebuah gua di desa Sillanang sejak tahun 1905 telah ditemukan mayat manusia yang utuh, tidak busuk sampai sekarang. Mayat itu tidak dibalsem seperti yang dilakukan orang-orang Mesir Purba bahkan tidak diberi ramuan apapun. Tapi bisa tetap utuh. Menurut pendapat Tampubolon, kemungkinan ada sematjam zat digua itu jang chasiatnja bisa mengawetkan mayat manusia. Kalau saja ada ahli geologi dan kimia jang mau membuang waktu menjelidiki tempat itu, agaknya teka teki gua Sillanang dapat dipecahkan. Di samping mayat yang anti husuk, ada pula mayat manusia yang bisa berjalan diatas kedua kakinya, bagaikan orang hidup yang tidak kurang suatu apa. Kalau mau dicari juga perbedaannya, ada, tapi tidak begitu ketara.Konon menurut Tampubolon, sang mayat berjalan kaku dan agak tersentak-sentak. Dan dalam perdjalanan itu ia tidak bisa sendirian, harus ditemani oleh satu orang hidup jang mengawalnya, sampai ketujuan akhir yaitu rumahnya sendiri. Mengapa harus demikian?

ceritanya begini. Orang-orang Torajja biasa menjelajah daerahnya yang bergunung-gunung dan banyak ceruk itu hanya dengan berjalan kaki. Dari zaman purba sampai sekarang tetap begitu. Mereka tidak mengenal pedati, delman, gerobak atau jang semacamnya.Nah dalam perjalanan yang berat itu kemungkinan jatuh sakit dan mati selalu ada. Supaya mayat tidak sampai ditinggal didaerah yang tidak dikenal (orang Toradja menghormati roh setiap orang yang meninggal) dan juga supaya ia tidak menyusahkan manusia lainnya (akan sangat tidak mungkin menggotong terus-menerus jenazah sepanjang perjalanan yang makan waktu berhari-hari), maka dengan satu ilmu gaib, mungkin sejenis hipnotisme menurut istilah zaman sekarang, mayat diharuskan pulang berjalan kaki dan baru berhenti bila ia sudah meletakkan badannya didalam rumahnya sendiri. Dan bayangkan saja, mayat itu tahu arah djalan, dan tahu yang mana rumahnya! Kendati demikian masih ada satu pantangan:mayat yang berjalan itu tidak boleh disentuh. Mungkin kalau disentuh mukdjizat yang menjunglapnya dengan serta merta hilang. Wallahu'alam.

Keanehan terakhir yang tidak begitu menakdjubkan adalah "ballo" (tuak) yang kalau diminum tidak memabukkan, betapapun banyak anda meminumnja. Tuak yang diramu dengan sejenis kulit kayu ini disamping memanaskan badan juga menambah tenaga dan memperpanjang umur. Mungkin benar juga, karena usia penduduk disana rata-rata mencapai 80 sampai 100 tahun. Apakah ballo akan sama mujarabnya kalau diminum diluar Toradja, masih belum di coba.

Sumber : Kaskus

Categories:

0 Response for the "Memulangkan mayat di tana toraja"

Posting Komentar